Skip to main content

The Last Promise

Lelah ketika merasa sudah berjuang sekuat tenaga tapi masih saja gagal.
Mencoba seribu satu cara masih saja tidak ada yang berhasil.
Hingga badan tidak ada harganya .
Merasa tidak berguna hanya bisa berteriak.
Ketika ingin ku terbang jauh dan mencari arah
Tetapi di peluk erat oleh benang merah
Ingin ku potong tapi tak sampai hati

Banyak kata dalam hati yang ingin disampaikan
Kepada kedua malaikat hati yang selalu menemani
Bahwa ingin sekali mengakat mereka
Ke atas dunia yang sungguh kejam ini
Kakikku telah siap untuk melangkah ke atas
Memulai semuanya lagi dengan keyakinan hati

Wahai para malaikat dunia
Bingkamlah mulutmu sebelum mulutku diam
Dengarkanlah curahan hatiku sebelum air mataku berhenti
Bukalah hati nuranimu sebelum kau berbicara
Tutuplah telinga saat kau berpikir

Semakin mulut sulit terbuka
Ketahuilah semakin berat pula beban yang ada
Karena ku sadari apa yang akan ku sampaikan
Sebuah janji terakhir sebelum aku menutup usiaku
Janji terakhir untuk seumur hidupku
Sebuah arah jalan yang sudah tergambar
Sebuah rencana yang baru sudah tertulis

Di setiap uraian doa sudah ku ucap
Keyakinan hati sudah tertancap
Ku menunggu balasan doa dari sang malaikat
Setiap hari ku siapkan hati untuk ku teriakan
Tetapi sang waktu terus menghalangi

Wai para malaikat
Dengarkanlah seruan hatiku ini
Inilah janjiku untuk seumur hidupku
Jalan terakhirku sampai menutup usiaku
Inilah tulisanku untuk para malaikat  dunia
Setiap hari ku menunggu balasan doa kalian

Janji ini adalah yang terakhir untuk selama nya
Janji inilah yang akan menghapus setiap tetesan keringat
Janji inilah yang akan terus aku perjuangkan
Meskipun banyak lubang yang akan menjatuhkanku
Aku ingin doa kalian yang akan menjadi tali untuk ku naik kembali
Aku siap menerima segala resiko ini
Meskipun dunia akan berusaha untuk menarikku turun
Aku akan tetap berusaha untuk naik keatas
Dan kalianlah yang akan menjadi malaikat  pelindungku

Ku mohon dengarkanlah janji terakhirku
Ku mohon dengarkanlah  setiap kata yang ku sampaikan
Karena inilah janji terakhirku

Comments

Popular posts from this blog

Score vs Life

Pernahkah orang tua berkata "Hanya dapat segini ?", "Kamu sih kurang belajar" atau "Kapan kamu bisa dapat juara di sekolah?".Pernah ? Orang tua ku pernah berkata seperti itu.Bahkan lebih parah.Mereka sering membanding-bandingkanku dengan saudara sepupuku.Ketika mereka berkata seperti itu, aku berpikir "Jika aku mendapatkan nilai bagus , apa mereka akan memujiku " dan aku berpikir lagi "Berarti tidak peduli apa pun caranya .Asal aku mendapatkan nilai itu,mereka akan memujiku" Lalu berlahan-lahan aku berubah, menjadi seseorang yang tidak memperdulikan kerja keras.Di saat teman-teman sekelasku menyontek saat ulangan di masa sekolah.Aku mengikuti mereka, melihat buku saat ulangan atau melihat jawaban teman.Satu kelas berkerja sama.Di dalam hati sangat asyik yaa...dan aku tidak merasakan ketakutan akan nilai jelek.Karena jawaban sudah pasti benar.Bahkan saat ujian aku melakukannya lagi tanpa sepengatuan orang tua ku. Dan hasilnya lumay...

is that wrong?

Apakah salah jika seseorang telat menemukan passionnya ? Dan ketika dia berjalan di jalannya , dia ingin berbelok untuk menemukan jalan keluarnya.Dan dia berusaha mengejar ketinggalannya untuk bisa bersama-sama dengan meninggalkan jalan yang sekarang.APAKAH ITU SALAH ? Aku tau ini egois.Sangat-sangat egois untuk kamu.Tapi aku ingin memperbaiki semua.Ketika semua sudah tidak percaya denganku dan bisa berharap.Aku ingin semua orang berkata "Ternyata dia bisa".Aku ingin bisa membuktikan.Begitu menyakitkan orangtuamu pun meremehkan mu termasuk orang yang kamu cintai.Begitu menyakitkan ketika kedua orang itu tidak mempercaimu. Aku sedang berusaha untuk membuktikan mereka semua bahwa aku pasti bisa juga. Aku kan lebih sukses dari anak-anak mereka yang mereka banggakan sekarang. Ketika itu terjadi please makan mulut kalian sendiri . Tapi ada sesuatu yang harus aku tinggalkan sekarang.Karena aku tidak mempunyai waktu lagi untuk meneruskan ini.Aku akan berusaha sebaik mungkin u...