Aku ingin berterima kasih kepada Tuhan karena Tuhan telah mempertemukan ku dengan kamu.Kamu adalah cowok yang sabar,penyayang,tulus dan baik.Aku sangat bahagia telah di pertemukan dengan kamu.Meskipun kamu bukan tipe cowok yang aku inginkan tapi kamu adalah sosok laki-laki yang aku cari.
Pertemuanku ini bukan jatuh cinta pada pandangan pertama.Kita dulunya hanya lah teman .Teman untuk ngobrol,hangout dan berbagi cerita.Tapi dari waktu ke waktu ada rasa yang tumbuh di antara kita.Dan kita mengatakan itu,kita tidak mau terburu-buru .Kita ingin lebih memahami satu sama lain.Memahami karakter-karakter kita masing-masih.Kita bukan lagi di masa umur untuk bermain-main.Jadi kita berusaha untuk tidak main-main lagi.
Meskipun masih 2 bulan berjalan,aku sudah banyak memahami karakternya.Ketika dia sedang marah,sedih ataupun manja,sungguh lucu rasanya.Seringkali dia bertanya "Kenapa kamu masih bisa menerima ku ketika aku sedang marah seperti ini ?".Aku menjawab"Entalah.Tapi bagiku aku tidak merasa apa-apa.Aku memang sedih ketika kamu marah.Tapi it's okay.Itu wajar"
Dan seringkali aku juga mengucapkan "Terima kasih kamu telah menyanyangi aku .Sudah sabar juga menghadapi aku dengan segala kekuranganku.Aku sungguh bahagia"
Aku memang merasakan bahagia.Bahagia teramat bahagia ketika bersamamu.Meskipun terkadang aku merasa takut jika kamu meninggalkanku.Kulihat banyak sekali cewek-cewek yang mendekatimu.Mereka lebih dari aku.Tapi aku masih bingung kenapa kamu memilihku yang banyak sekali kekuranganku.
Tapi jika ini semua dari Tuhan .Semua akan baik-baik saja.Akhirnya juga akan baik-baik saja.
Kini aku sadar,apa artinya kesabaranku selama ini.Dulu aku seringkali berpikir "Apakah aku tidak pantas bahagia dengan seseorang ?" Ternyata ini jawaban dari Tuhan yang sudah aku tunggu-tunggu.Aku sekarang merasa bahagia amat .Aku sangat bersyukur telah di pertemukan dengan kamu yang sekarang selalu berada di sisiku.Meskipun terkadang kamu juga memiliki kesibukan sendiri.Tapi aku senang kamu masih menyempatkan diri untuk menghubungi aku meski hanya sebentar.
Terimakasih yang sudah menjadi bagian hidupku :) Aku sangat sayang sama kamu .Kamu memang hadiah dari Tuhan untukku #MAA
Pertemuanku ini bukan jatuh cinta pada pandangan pertama.Kita dulunya hanya lah teman .Teman untuk ngobrol,hangout dan berbagi cerita.Tapi dari waktu ke waktu ada rasa yang tumbuh di antara kita.Dan kita mengatakan itu,kita tidak mau terburu-buru .Kita ingin lebih memahami satu sama lain.Memahami karakter-karakter kita masing-masih.Kita bukan lagi di masa umur untuk bermain-main.Jadi kita berusaha untuk tidak main-main lagi.
Meskipun masih 2 bulan berjalan,aku sudah banyak memahami karakternya.Ketika dia sedang marah,sedih ataupun manja,sungguh lucu rasanya.Seringkali dia bertanya "Kenapa kamu masih bisa menerima ku ketika aku sedang marah seperti ini ?".Aku menjawab"Entalah.Tapi bagiku aku tidak merasa apa-apa.Aku memang sedih ketika kamu marah.Tapi it's okay.Itu wajar"
Dan seringkali aku juga mengucapkan "Terima kasih kamu telah menyanyangi aku .Sudah sabar juga menghadapi aku dengan segala kekuranganku.Aku sungguh bahagia"
Aku memang merasakan bahagia.Bahagia teramat bahagia ketika bersamamu.Meskipun terkadang aku merasa takut jika kamu meninggalkanku.Kulihat banyak sekali cewek-cewek yang mendekatimu.Mereka lebih dari aku.Tapi aku masih bingung kenapa kamu memilihku yang banyak sekali kekuranganku.
Tapi jika ini semua dari Tuhan .Semua akan baik-baik saja.Akhirnya juga akan baik-baik saja.
Kini aku sadar,apa artinya kesabaranku selama ini.Dulu aku seringkali berpikir "Apakah aku tidak pantas bahagia dengan seseorang ?" Ternyata ini jawaban dari Tuhan yang sudah aku tunggu-tunggu.Aku sekarang merasa bahagia amat .Aku sangat bersyukur telah di pertemukan dengan kamu yang sekarang selalu berada di sisiku.Meskipun terkadang kamu juga memiliki kesibukan sendiri.Tapi aku senang kamu masih menyempatkan diri untuk menghubungi aku meski hanya sebentar.
Terimakasih yang sudah menjadi bagian hidupku :) Aku sangat sayang sama kamu .Kamu memang hadiah dari Tuhan untukku #MAA
Comments
Post a Comment