Keluarga ..
Pada umumnya keluarga itu adalah tempat pertama kita belajar.Dan keluarga adalah lingkungan yang selalu memberi kita dukungan dan nasihat.Satu tempat yang sudah pasti menerima kita ketika dunia menolak kita.Tetapi apakah artinya jika dari keluarga itu sendiri yang harusnya mendukung tetapi malah membuat kita down dan memojokkan kita?
Mungkin ini adalah masalah yang umum terjadi ketika mempunyai saudara yang lebih hebat dari kita.Yang memang mungkin bakatnya tersalurkan dengan baik.Dan pada akhirnya kita akan di banding-bandingkan.
Dan jika kita melakukan sebuah kesalahan kita akan di jadikan contoh yang jelek bagi saudara yang lain.Dan orang dewasa akan memberi nasihat pada mereka jika kita adalah contoh yang jelek.
Sejujurnya , ini semua adalah luka yang aku simpan dari aku kecil hingga sekarang.
Mungkin aku adalah putri raja di rumah.Yang selalu menadapatkan segalanya dengan mudah karena aku adalah anak tunggal.Tetapi aku mempunyai banyak saudara sepupu.Dan mereka berhasil dalam hal akademik.Sedangkan aku sebaliknya.Selalu mendapatkan nilai pas-pas dalam akademik.
Berbeda dengan mereka yang selalu berhasil dalam hal akademik.Terutama saudara perempuan ku yang selisih umurnya sekitar 3 tahun dengan ku.Dia hebat dalam segala hal.Hal akademik maupun non akademik.Dia menjadi kebanggaan di keluarga besarku.Bahkan Papa dan Mamaku pun selalu memuja-muja dia.Aku memang sangat dengan dia karena aku dan dia memiliki kesamaan yaitu kami berdua sama-sama anak tunggal.Tetapi kami sungguh-sungguh berbeda jauh.Dia berhasil dalam hal akademik maupun non akademik.Aku? Aku adalah seseorang yang samar-samar .Hanya akan terhilat jika mereka membutuhkanku.Seperti memperbaiki laptop atau handphone.Atau hanya mereka kesepian .Pada saat itulah mereka akan mencariku.Dan ketika aku gagal dalam suatu hal, mereka akan mencomoohku seketika dan menceritakan pada anak mereka jika aku adalah contoh yang buruk .Yang tidak patut untuk ditiru.
Bukan karena akulah yang paling tua di sini karena orang tuaku adalah anak pertama dari pihak mereka.Tetapi pernahkah mereka merasakan apa yang aku rasakan ? Terutama apa mereka pernah memikirkan jika mereka berbuat seperti itu akan berdampak apa untuk orang itu ? Pernahkah .
Aku tidak tahu apakah orang tua yang lain memiliki sifat yang sama dengan apa yang terjadi dengan keluargaku.Tapi aku berharap dengan keluarga yang mengalami hal serupa.Tolonglah jangan lakukan.
Sebab ini yang aku rasakan.
Ketika mereka melakukan hal seperti itu.Aku merasa seperti sampah.Orang yang tidak berguna di muka bumi.Aku pernah berpikir untuk tidak dilahirkan atau mengakhiri hidupku.Tetapi aku tidak pernah melakukannya.Karena aku akan terus berusaha untuk membuktikan kepada mereka.Bahwa ketika aku akan di atas dengan semua kegagalan ini.
Ini adalah luka yang cukup serius menurutku.Dan ini adalah luka yang tidak mudah untuk di hapuskan .Luka ini lebih sakit dari pada luka ketika patah hati.Karena Keluarga adalah tempat untuk kembali ketika dunia membuang kita.
Dari Tahun ke Tahun aku mulai belajar untuk menerima ini semua.Ketika aku tahu bahwa akan semakin parah ketika satu persatu anak mereka akan lebih berhasil dari aku.Tetapi aku percaya bahwa Tuhan sudah menyiapkan jalan untuk diriku sendiri dan jala yang terbaik untuk aku.
Pada umumnya keluarga itu adalah tempat pertama kita belajar.Dan keluarga adalah lingkungan yang selalu memberi kita dukungan dan nasihat.Satu tempat yang sudah pasti menerima kita ketika dunia menolak kita.Tetapi apakah artinya jika dari keluarga itu sendiri yang harusnya mendukung tetapi malah membuat kita down dan memojokkan kita?
Mungkin ini adalah masalah yang umum terjadi ketika mempunyai saudara yang lebih hebat dari kita.Yang memang mungkin bakatnya tersalurkan dengan baik.Dan pada akhirnya kita akan di banding-bandingkan.
Dan jika kita melakukan sebuah kesalahan kita akan di jadikan contoh yang jelek bagi saudara yang lain.Dan orang dewasa akan memberi nasihat pada mereka jika kita adalah contoh yang jelek.
Sejujurnya , ini semua adalah luka yang aku simpan dari aku kecil hingga sekarang.
Mungkin aku adalah putri raja di rumah.Yang selalu menadapatkan segalanya dengan mudah karena aku adalah anak tunggal.Tetapi aku mempunyai banyak saudara sepupu.Dan mereka berhasil dalam hal akademik.Sedangkan aku sebaliknya.Selalu mendapatkan nilai pas-pas dalam akademik.
Berbeda dengan mereka yang selalu berhasil dalam hal akademik.Terutama saudara perempuan ku yang selisih umurnya sekitar 3 tahun dengan ku.Dia hebat dalam segala hal.Hal akademik maupun non akademik.Dia menjadi kebanggaan di keluarga besarku.Bahkan Papa dan Mamaku pun selalu memuja-muja dia.Aku memang sangat dengan dia karena aku dan dia memiliki kesamaan yaitu kami berdua sama-sama anak tunggal.Tetapi kami sungguh-sungguh berbeda jauh.Dia berhasil dalam hal akademik maupun non akademik.Aku? Aku adalah seseorang yang samar-samar .Hanya akan terhilat jika mereka membutuhkanku.Seperti memperbaiki laptop atau handphone.Atau hanya mereka kesepian .Pada saat itulah mereka akan mencariku.Dan ketika aku gagal dalam suatu hal, mereka akan mencomoohku seketika dan menceritakan pada anak mereka jika aku adalah contoh yang buruk .Yang tidak patut untuk ditiru.
Bukan karena akulah yang paling tua di sini karena orang tuaku adalah anak pertama dari pihak mereka.Tetapi pernahkah mereka merasakan apa yang aku rasakan ? Terutama apa mereka pernah memikirkan jika mereka berbuat seperti itu akan berdampak apa untuk orang itu ? Pernahkah .
Aku tidak tahu apakah orang tua yang lain memiliki sifat yang sama dengan apa yang terjadi dengan keluargaku.Tapi aku berharap dengan keluarga yang mengalami hal serupa.Tolonglah jangan lakukan.
Sebab ini yang aku rasakan.
Ketika mereka melakukan hal seperti itu.Aku merasa seperti sampah.Orang yang tidak berguna di muka bumi.Aku pernah berpikir untuk tidak dilahirkan atau mengakhiri hidupku.Tetapi aku tidak pernah melakukannya.Karena aku akan terus berusaha untuk membuktikan kepada mereka.Bahwa ketika aku akan di atas dengan semua kegagalan ini.
Ini adalah luka yang cukup serius menurutku.Dan ini adalah luka yang tidak mudah untuk di hapuskan .Luka ini lebih sakit dari pada luka ketika patah hati.Karena Keluarga adalah tempat untuk kembali ketika dunia membuang kita.
Dari Tahun ke Tahun aku mulai belajar untuk menerima ini semua.Ketika aku tahu bahwa akan semakin parah ketika satu persatu anak mereka akan lebih berhasil dari aku.Tetapi aku percaya bahwa Tuhan sudah menyiapkan jalan untuk diriku sendiri dan jala yang terbaik untuk aku.
Comments
Post a Comment