Skip to main content

Full of blassed in 2019

Di tahun 2019 , banyak yang terjadi, penuh keajaiban dari Tuhan : 
1. Aku sangat sangat bersyukur, meskipun sempat ragu dan tidak percaya. Meskipun sempat bosan dan kehilangan semangat, untunglah aku mempunyai prinsip untuk menjadi seorang “survival”. Dengan itu aku bisa mendapatkan Baptis dan sekaligus Krisma, yang jaraknya hanya beberapa bulan.
2. Sempat patah semangat, stress dan depresi, sewaktu aku mengerjakan skripsi dalam hanya 4 bulan. Sangat singkat sihh... dan parahnya aku juga tidak mengerti apa yang aku kerjakan dengan segala konsekuensinya. Just be “survival” , bimbingan dari pagi sampek malem. Lanjut kerja lagi, gak mood makan. Deadline udah deket pun sebenarnya gak selesai dan kayak di paksain.  Bagiku seorang yang gak perfectionist, huhhh... pengen aku benerin, tapi gak cukup waktu. Ya udah .. aku kumpulin aja. 
Dan sewaktu jadwal sidang keluarr ... jeng jeng.... 
dosen- dosen killer yang aku sadar perbedaan otak yang sangat sangat hmmm.. mungkin bagaikan langit dan bumi.
Mengingat skripsiku yang masih banyak kekurangan. Aku sangat- sangat depresi, di tambah lagi , dapet kabar adikku yang ipnya tinggi , gak di lolosin sama dosen penguji. Yeah .. it’s like i will be drown,  yang bisa aku lakuin cuman BERDOA . Karena udah jadi katholik. Aku mencoba berdoa Tiga Salam Maria. 

H- jam, program belom jadi 100% gaessss... 
masih ngebuttt.. apa lagi belom bikin ppt sidaang....
Oh My God ....  yahhh.. dengan penuh kerendahan hati berharap bapak bapak lagi suasana hatinya bagus.. supaya dapat dimaklumi.. 
H-30 menit . Bikin PPT sidang hahahaha.... 
dan tak lama kemudian dosen satu persatu dateng donggg..... 
inginku lariii tapi tak bisaaaa
Yah di dalem ruang sidang 2 jaman.. akhirnya bisa LULUS ... 
its like a good dream everrrrrr
 
Yah ini semua berkatTuhan dan terutama 
Aku berterima kasih atas terkabulnya doa Tiga Salam Maria . :) 

Comments

Popular posts from this blog

Score vs Life

Pernahkah orang tua berkata "Hanya dapat segini ?", "Kamu sih kurang belajar" atau "Kapan kamu bisa dapat juara di sekolah?".Pernah ? Orang tua ku pernah berkata seperti itu.Bahkan lebih parah.Mereka sering membanding-bandingkanku dengan saudara sepupuku.Ketika mereka berkata seperti itu, aku berpikir "Jika aku mendapatkan nilai bagus , apa mereka akan memujiku " dan aku berpikir lagi "Berarti tidak peduli apa pun caranya .Asal aku mendapatkan nilai itu,mereka akan memujiku" Lalu berlahan-lahan aku berubah, menjadi seseorang yang tidak memperdulikan kerja keras.Di saat teman-teman sekelasku menyontek saat ulangan di masa sekolah.Aku mengikuti mereka, melihat buku saat ulangan atau melihat jawaban teman.Satu kelas berkerja sama.Di dalam hati sangat asyik yaa...dan aku tidak merasakan ketakutan akan nilai jelek.Karena jawaban sudah pasti benar.Bahkan saat ujian aku melakukannya lagi tanpa sepengatuan orang tua ku. Dan hasilnya lumay...

The Last Promise

Lelah ketika merasa sudah berjuang sekuat tenaga tapi masih saja gagal. Mencoba seribu satu cara masih saja tidak ada yang berhasil. Hingga badan tidak ada harganya . Merasa tidak berguna hanya bisa berteriak. Ketika ingin ku terbang jauh dan mencari arah Tetapi di peluk erat oleh benang merah Ingin ku potong tapi tak sampai hati Banyak kata dalam hati yang ingin disampaikan Kepada kedua malaikat hati yang selalu menemani Bahwa ingin sekali mengakat mereka Ke atas dunia yang sungguh kejam ini Kakikku telah siap untuk melangkah ke atas Memulai semuanya lagi dengan keyakinan hati Wahai para malaikat dunia Bingkamlah mulutmu sebelum mulutku diam Dengarkanlah curahan hatiku sebelum air mataku berhenti Bukalah hati nuranimu sebelum kau berbicara Tutuplah telinga saat kau berpikir Semakin mulut sulit terbuka Ketahuilah semakin berat pula beban yang ada Karena ku sadari apa yang akan ku sampaikan Sebuah janji terakhir sebelum aku menutup usiaku Janji terakhir untuk se...

is that wrong?

Apakah salah jika seseorang telat menemukan passionnya ? Dan ketika dia berjalan di jalannya , dia ingin berbelok untuk menemukan jalan keluarnya.Dan dia berusaha mengejar ketinggalannya untuk bisa bersama-sama dengan meninggalkan jalan yang sekarang.APAKAH ITU SALAH ? Aku tau ini egois.Sangat-sangat egois untuk kamu.Tapi aku ingin memperbaiki semua.Ketika semua sudah tidak percaya denganku dan bisa berharap.Aku ingin semua orang berkata "Ternyata dia bisa".Aku ingin bisa membuktikan.Begitu menyakitkan orangtuamu pun meremehkan mu termasuk orang yang kamu cintai.Begitu menyakitkan ketika kedua orang itu tidak mempercaimu. Aku sedang berusaha untuk membuktikan mereka semua bahwa aku pasti bisa juga. Aku kan lebih sukses dari anak-anak mereka yang mereka banggakan sekarang. Ketika itu terjadi please makan mulut kalian sendiri . Tapi ada sesuatu yang harus aku tinggalkan sekarang.Karena aku tidak mempunyai waktu lagi untuk meneruskan ini.Aku akan berusaha sebaik mungkin u...