Ketika membuka laptop sie cewek menemukan banyak sekali screenshout yang dulu pernah membuatnya bahagia.Hanya beberapa kata tapi sangat berarti .Merasa sangat-sangat bahagia ketika merasa di sayangi dan di perhatikan.Tapi sekarang seketika semuanya sirna . Dia sendirian dan hanya berjuang sendirian untuk bangkit dari luka hatinya.Sangat-sangat merasa kecewa dengan apa yang terjadi sekarang tapi sie cewek selalu sangat sangat ingin untuk mensyukuri dan mengiklas .Dia percaya bahwa Tuhan akan memberinya terbaik.Tetapi sekarang dia terlalu lelah untuk disakiti.Sekarangpun dia tidak yakin apakah dia bisa melupakan sosok cowok itu .Dan hanya waktu yang bisa menjawab ,
Pernahkah orang tua berkata "Hanya dapat segini ?", "Kamu sih kurang belajar" atau "Kapan kamu bisa dapat juara di sekolah?".Pernah ? Orang tua ku pernah berkata seperti itu.Bahkan lebih parah.Mereka sering membanding-bandingkanku dengan saudara sepupuku.Ketika mereka berkata seperti itu, aku berpikir "Jika aku mendapatkan nilai bagus , apa mereka akan memujiku " dan aku berpikir lagi "Berarti tidak peduli apa pun caranya .Asal aku mendapatkan nilai itu,mereka akan memujiku" Lalu berlahan-lahan aku berubah, menjadi seseorang yang tidak memperdulikan kerja keras.Di saat teman-teman sekelasku menyontek saat ulangan di masa sekolah.Aku mengikuti mereka, melihat buku saat ulangan atau melihat jawaban teman.Satu kelas berkerja sama.Di dalam hati sangat asyik yaa...dan aku tidak merasakan ketakutan akan nilai jelek.Karena jawaban sudah pasti benar.Bahkan saat ujian aku melakukannya lagi tanpa sepengatuan orang tua ku. Dan hasilnya lumay...

Comments
Post a Comment