Salah satu masalah yang paling sulit untuk di pecahkan adalah mengubah kebiasaan.Apalagi dari kebiasaan yang jelek berubah menjadi kebiasaan yang baik.Meskipun orang itu ingin sekali untuk mengubah kebiasaan dari keingiannya yang kuat.Tapi pasti masih terasa berat dan susah.Begitu tentang perginya seseorang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan .
Begitu juga gue.Yah memang bila saja gue teruskan gue akan berhasil .Tetapi perjuangan ini sangat berat.Gue merasakan sesuatu yang kurang dan salah sekarang.Gue baru saja kehilangan seseorang.Bukan karena dia meninggal tetapi karena dia sudah memutuskan sesuatu.Dan gue menghindar karena gue kagak ingin merusaknya .Gue memilih untuk menjauh dari kehidupannya .Meskipun ini berat.Gue tau perasaan ini ga cuma setaun dan 2 taun .Tapi sudah 5 tahun gue punya.
Dan sudah 2 kali pula gue merelakan dia untuk memilih keputusannya.Dan sekarang gue lakukan lagi.Mungkin seharusnya gue sudah terbiasa .Tetapi untuk kali ini tidak.Dia sudah menyakinkan gue .Tetapi dia juga yang menghancurkan semua kata-katanya.
"Jatuh Cinta" bagi gue ini Anugerah dari Tuhan.Merasakan pahit dan manisnya kehidupan.Dan dari situlah gue belajar banyak .Tentang egois ,kejujuran dan keikhlasan.Dan sekarang gue juga baru paham tentang bagaimana cara yang benar untuk "Jatuh Cinta".
Jujur selama ini gue "Jatuh Cinta" mungkin dengan cara yang kurang benar.Gue hanya merasakan nyaman tetapi gue tidak memperdulikan kepribadian mereka.Dan baru kali ini gue merasakan gue tertarik dengan kepribadian seseorang.Manusia tidak ada yang sempurna .Dan mereka pasti pernah melakukan kesalahan.Dia juga manusia (hahha tentu sajalah).Meski sekarang dia melakukan kesalahan.Tapi bagi gue wajar.Bukan berarti gue tidak menghargai keputusannya.Tetapi gue bingung dengan apa yang dia katakan dengan apa yang dia lakukan.Dan dia tidak mengatakannya ke gue .Entah gue kagak tau.
Ya .. gue punya perasaan sama dia.Dan baru kali ini gue "Jatuh Cinta" dengan cara yang berbeda.Dan ini membuat gue sulit untuk merelakannya.
Dan untuk sekarang mungkin gue cuek sama dia.Bukan karena gue benci sama dia .Tetapi gue kagak ingin sampai dia tau tentang apa yang gue rasakin.Gue tidak ingin membuat dia merasa bersalah.
Tetapi apa yang gue pikirin ini hanya gue aja yang ngerasa?
Gue bukan Tuhan yang Maha Mengatahui baik buruknya apa yang dia rasakan.
Dan karena itu untuk sekarang ini gue hanya bisa diam.Tetapi jika dia butuh seseorang untuk membantunya bangkit gue bersedia.Gue bukan tipe orang yang sangat tidak peduli meskipun dia udah bikin gue rasakin ini.
Gue kagak tega.Waktu cuekin dia aja gue kagak tega banget.Bukan karena kasihan .Tetapi gue kagak bisa marahin orang.Dan gue juga tipe orang yang punya hati lembut.
Tetapi karena "Jatuh Cinta" gue juga belajar untuk menjadi seseorang yang tegar.
Comments
Post a Comment